Pantheon.Rome_.original.1785_1.jpg

Roman & Tuscan

Kebudayaan Romawi amat kental dengan nuansa Helenistik (Yunani), hal ini disebabkan oleh invasi yang dilakukan oleh kekaisaran Romawi terhadap Yunani beserta koloni-koloninya. Bangunan-bangunan dari daerah Yunani yang diduduki kemudian diadaptasi oleh Romawi dan dikembangkan serta disempurnakan. Bangsa Romawi memiliki kebudayaan yang tinggi, khususnya dari segi teknis. Yunani terkenal dengan teori-teori serta filosofinya, sedangkan Romawi terkenal dengan teknik serta aplikasinya, sehingga membuat Romawi menjadi kekaisaran dengan teknologi yang maju.

Berikut adalah beberapa elemen dasar yang menjadi ciri khas bangunan-bangunan Roma;

Arch

Salah satu elemen Arsitektur dan Interior Romawi yang ikonik dan diterapkan hingga sekarang adalah Roman Arch. Arch merupakan struktur lengkung yang diterapkan pada dinding bangunan sebagai bukaan (pintu, jendela, gerbang, jalur, dll), yang terbentuk dari susunan batu yang saling mengapit. Struktur ini dianggap sebagai struktur terkuat untuk menyokong serta menyalurkan beban, terbukti dari jembatan terowongan air Pont du Gard di Perancis yang dibangun oleh kerajaan Romawi pada abad 1 M dan tetap kokoh hingga sekarang. Struktur lengkung ini sebenarnya sudah diaplikasikan oleh bangsa Yunani namun penerapan struktur ini mulai dikembangkan potensinya dan banyak diterapkan pada masa kejayaan Romawi.

Pont_du_Gard_wikimedia org

Terowongan Air Pont du Gard. (Sumber: www.wikimedia.org)

Arch tersusun dari beberapa bagian yang saling mengunci dan terhubung yang membuat konstruksinya menjadi sangat kuat karena penyaluran beban yang baik, namun gaya dorong ke sampingnya membuat konstruksi Arch membutuhkan bidang penahan di area terbawah yang cukup tebal untuk menahan dan menyalurkan gaya dorong menjadi ke bawah (lihat gambar, Pier), berikut ilustrasinya;

historytravelswithnancy-com

Elemen Konstruksi Arch (Sumber: www.historytravelswithnancy.com)

Vaults

Vault merupakan perpanjangan dari Arch. Vault terbentuk saat kita mendirikan bangunan beratap lengkung (separuh lingkaran) di mana kolom-kolomnya terdiri dari beberapa Arch. Salah satu permasalahan yang timbul bila menggunakan konstruksi Arch adalah adanya gaya dorong ke arah samping atau luar, sehingga dibutuhkan penahan pada tiap ujung Arch, di mana dalam bangunan yang berdiri sendiri diperlukan dinding tebal sebagai penahan beban. Terdapat empat macam konstruksi Vault, yaitu Barrel Vault, Groin Vault, Rib Vault, dan Fan Vault. Barrel Vault, yang biasa juga disebut Tunnel Vault, adalah konstruksi yang umum diterapkan pada bangunan Roma kuno, sedangkan tipe Vault lainnya merupakan pengembangan dari Barrel Vault yang muncul pada jaman dan langgam lain (akan dibahas dalam posting lainnya).

Empat Tipe Vault (Sumber: www.britannica.com)

Empat Tipe Vault (Sumber: www.britannica.com)

 

Basilica Nova, Roma

Basilica Nova, Roma (Sumber: www.traveltoeat.com)

 

Dome

Dome, atau yang kita sebut sebagai “kubah” adalah konstruksi setengah lingkaran yang terbentuk dari susunan Arch yang membentuk lingkaran. Berbeda dengan Arch yang membutuhkan penopang saat konstruksi, dan dinding tebal pada sisinya untuk menahan dorongan, Dome menghasilkan dorongan ke bawah sekaligus ke luar sehingga konstruksi Dome dapat menopang dengan sempurna di seluruh permukaannya.

dome

Dorongan Menyamping Pada Konstruksi Arch (Sumber: Youtube Channel DartmouthX)

Dorongan Menyamping Pada Konstruksi Arch (Sumber: Youtube Channel DartmouthX)

Penyaluran Beban Konstruksi Dome (Sumber: Youtube Channel DartmouthX)

Penyaluran Beban Konstruksi Dome (Sumber: Youtube Channel DartmouthX)

Dome umumnya digunakan sebagai atap utama di aula atau atrium. Penerapan Dome bukan hanya untuk alasan kekuatan atau keindahan, tapi juga fungsi akustik. Bentuknya yang cekung dapat menghasilkan gema dan membuat suara musik terdengar lebih indah, namun kebalikannya, membuat suara tidak terdengar secara jelas. Oleh karena itu, dome lebih tepat diterapkan untuk ruang musik, apabila difungsikan juga untuk pidato, dome harus dilengkapi dengan penerapan coffering, yaitu panel-panel cekung yang menyebar di seluruh permukaan dome yang berfungsi sebagai peredam gema.

Dome di Pantheon, Kuil Roma Kuno, Itali (Sumber: www.thousandwonders.net)

Roman Order

Dalam desain arsitektur maupun interior, bangunan-bangunan Romawi juga menggunakan pilar yang serupa dengan pilar Yunani. Bangsa Romawi mengambil serta memodifikasi desain pilar Yunani baik dari bentuk maupun ornamennya. Berikut tipe-tipe kolom yang digunakan oleh bangsa Romawi;

Roman Order (Sumber: History of Interior Design, John Pile)

Roman Order (Sumber: History of Interior Design, John Pile)

Beberapa pilar masih diterapkan seperti bentuk aslinya, seperti kolom Ionic dan Corinthian, hanya ada sedikit perbedaan antara kolom Corinthian Romawi dengan Yunani. Kolom Tuscan adalah penyederhanaan dari kolom Doric, dan menjadi salah satu kolom yang banyak diterapkan bahkan hingga saat ini. Perbedaan antara kolom Doric Romawi dan Yunani terletak pada bagian dasar dan mahkotanya, di mana kolom Doric Romawi memiliki balok dasar dan bagian mahkotanya lebih rumit. Kolom Romawi yang terakhir adalah Composite, yaitu kombinasi antara kolom Corinthian dengan Ionic.

 

Tuscan Style

Berbicara soal Romawi di jaman modern ini sudah tentu yang muncul dalam pikiran kita adalah Italia. Dan apabila kita bertanya-tanya style interior atau arsitektur apa yang di identik dengan Itali ? Jawabannya adalah Tuscan Style. Istilah Tuscan diambil dari nama penduduk asli Toskana (Toscana dalam bahasa Italia), yaitu Etruska. Toskana adalah sebuah wilayah di semenanjung Italia yang pada awalnya merupakan daerah koloni Yunani, yang kemudian secara otomatis menjadi bagian kekaisaran Romawi setelah Yunani diserang oleh Romawi. Setelah kejatuhan kekaisaran Romawi, Toskana sempat berada di bawah kekuasaan kota Florence (kota bagi seniman-seniman besar seperti Da Vinci dan Michelangelo) , dengan penguasa terkenalnya yang bernama Lorenzo de’ Medici, pada abad-abad berikutnya Toskana beberapa kali berganti penguasa hingga pada abad 19, bersamaan dengan kemerdekaan Italia, Toskana menjadi bagian dari Negara Itali.

Letaknya yang berada di Laut Mediterania membuat gaya Tuscan memiliki kemiripan dengan gaya-gaya desain negara Mediterania lainnya seperti Perancis, Spanyol, Moroko, Turki, dll. Dan terkadang kita sulit membedakan antara gaya Tuscan dengan gaya Mediterania. Perbedaaannya yaitu gaya Tuscan kental akan nuansa tradisional Itali dengan furnitur yang cenderung rustic, dapat dikatakan bernuansa “kuno”, sedangkan gaya Mediterania adalah pencampuran elemen-elemen budaya dari berbagai negara di Mediterania.

Elemen-elemen dasar untuk menciptakan hunian atau desain bergaya Tuscan, antara lain;

  • Nuansa utama yang harus dimunculkan dari gaya Tuscan adalah suasana rumah pedesaan Italia, sederhana, rustic, dan homey.
  • Warna-warna yang dapat diterapkan pada gaya Tuscan adalah warna hangat, yaitu krem, jingga, kuning pucat, terracotta, dengan pilihan warna aksen emas, hijau, biru, kuning, merah.
  • Material-material yang menjadi ciri khas gaya ini antara lain; dinding plester atau kamprot, batu bata alami ekspos, keramik terracota, lantai kayu, dan aplikasi ornamen besi tempa. Jangan lupa elemen wajib dari interior bergaya Tuscan adalah balok kayu (beam) langit-langit yang diekspos.
  • Finishing yang umumnya digunakan pada gaya Tuscan umumnya washed finishing agar permukaan obyek terlihat seolah-olah termakan oleh waktu dan cuaca, begitu pula denga penerapan warnanya, sebisa mungkin tonjolkan nuansa perkebunan dan pedesaan yang sederhana. Dan yang terpenting adalah hindari finishing yang terlalu clean, tekstur adalah kunci untuk menciptakan gaya Tuscan yang alami.
  • Furnitur Tuscan sebagian besar adalah furnitur tradisional eropa dengan material kayu yang berwarna tua, hingga kehitaman. Terapkan juga beberapa furnitur dari besi tempa.
tuscan

Tuscan Style Mood Board

 

Tuscan Color Scheme

Tuscan Color Scheme

 

Rumah Bergaya Tuscan (Sumber: www.homeaway.com)

Rumah Bergaya Tuscan (Sumber: www.homeaway.com)

 

Living Room Bergaya Tuscan (Sumber: ompressivedesign.com)

Living Room Bergaya Tuscan (Sumber: ompressivedesign.com)

 

Dapur Bergaya Tuscan (Sumber: www.hzcdn.com & www.hgtv.com)

Dapur Bergaya Tuscan (Sumber: www.hzcdn.com & www.hgtv.com)

Mr. Vizi

Related Posts