Yunani terkenal dengan kebudayaannya yang ‘tinggi’, hal ini terlihat dari pengaruh yang diberikan oleh Yunani kepada dunia hingga sekarang, mulai dari filosofi, astronomi, mitologi, dan yang masih terasa sampai sekarang, yaitu seni dan desain. Arsitektur Yunani sangatlah estetis, tidak hanya dari segi ornamental, namun juga secara matematis (proporsi). Namun anda tidak perlu melahirkan kembali desain Yunani kuno secara utuh ke dalam desain interior hunian anda dengan meng-copy elemen-elemen yang ada dalam desain arsitektur maupun interior Yunani. Anda cukup mengambil elemen-elemen iconic dari Yunani, dipadukan dengan elemen kontemporer, sehingga hunian anda tidak seperti bangunan kuno dan terkesan seperti museum.
Berikut ini adalah beberapa elemen estetika Yunani yang dapat anda terapkan pada desain anda;
Greek Classical Order
Dalam arsitektur Yunani, elemen yang paling menonjol adalah kolom atau pilar bangunan, Pilar ini terdiri dari beberapa jenis, yang biasa disebut sebagai order. Dalam sejarahnya, terdapat tiga jenis order Yunani, yaitu Doric, Ionic, dan Corinthian. Dari ketiga order ini anda dapat menyesuaikan order mana yang sesuai dengan desain anda, tentunya dengan tetap mengetahui karakteristik setiap order.

Doric Order (kiri), Ionic Order (tengah), dan Corinthian Order (kanan). (Sumber: History of Interior Design, John Pile)
Greek Ornaments
Elemen estetis lainnya yang dapat diterapkan pada Interior atau Arsitektur adalah ornamen Yunani yang biasanya diterapkan pada cornice, capital, entablature (bagian horizontal yang ditopang oleh kolom), ataupun pada dinding. Ornamen-ornamen yang sering digunakan adalah;
Bead and Reel, Egg and Dart, Lambs Tongue
Ornamen ini dibuat dengan teknik molding (cetak/cor), yang umumnya diterapkan pada cornice.
Dentil
Dentil merupakan ornamen repetitif berbentuk kotak yang berada di bagian bed-mould (tengah) dari cornice. Ornamen dentil menggambarkan bagian ujung dari kasau bangunan.
Greek Key
Ornamen estetis Yunani yang telah menjadi icon, bahkan hingga kini masih banyak digunakan dalam berbagai bidang desain adalah Greek Key. Greek Key biasa juga disebut Greek Fret atau meander atau meandros, berarti berliku-liku, yang menggambarkan alur sungai Meandros. Greek Key juga diartikan sebagai penggambaran labyrinth (Cretan Labyrinth). Motif ini merupakan simbol penting dalam kebudayaan Yunani karena menjadi simbol keabadian. Motif Greek Key juga muncul dalam berbagai variasi dan tingkat kerumitan. Motif Greek Key dapat anda terapkan sebagai elemen arsitektur, atau pun interior, misalnya sebagai ornamen entablature, pilar, cornice, motif lantai, border dinding, wallpaper, upholstery, aksesoris, atau dapat anda terapkan pada ornamentasi furnitur.
Greek Furniture
Tidak ada satu pun furnitur Yunani yang selamat atau tersisa dari reruntuhan kebudayaan Yunani kuno. Kita hanya dapat melihat seperti apa desain furnitur Yunani kuno dari relief, mural, atau gambar-gambar yang ada pada keramik Yunani. Salah satu furnitur Yunani yang terkenal adalah kursi Klismos. Penggambaran furnitur ini menarik karena bentuk kakinya yang terlihat tidak kokoh secara konstruktif, yang sebenarnya sangat mungkin dibuat, apabila metode steam-bending kayu telah ditemukan pada masa itu dan bentuk kaki yang melengkung berasal dari satu batang kayu utuh yang dibengkokkan.

(Kiri) Relief yang menunjukkan kursi Klismos (Sumber: History of Interior Design, John Pile); (Kanan) Kursi Klismos yang dibuat di masa sekarang (Sumber: www.1stdibs.com)
Contoh aplikasi desain :
Santorini Style
Desain interior bergaya Santorini dapat menjadi alternatif bagi anda yang tetap ingin membawa nuansa Yunani ke dalam desain interior anda dengan suasana yang lebih modern dan clean look. Ciri khas gaya desain interior Santorini adalah bernuansa pedesaan mediterania, warna dinding bangunan dominan putih atau off white, dengan warna aksen khas Santorini yaitu biru cobalt dan aquamarine. Gaya Santorini ini dapat memberikan nuansa resor ke dalam desain interior anda.



















1 comment
Pingback: PROGRES III – KONSEP PILIHAN – rafiqamarsha
Comments are closed.